Gubernur Laiskodat Larang Pasokan Hewan dari Daerah Tertular PMK

oleh -8 views
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

KUPANG, BERANDAWARGA.COM— Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengeluarkan instruksi larangan sementara pemasukan ternak sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi dari daerah tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan/atau daerah transit yang tertular PMK ke wilayah NTT.

Larangan itu juga berlaku untuk asal ternak, seperti daging, susu, semen dan kulit. Larangan ini menyusul merebaknya PMK di sejumlah wilayah NTT yang menyebabkan kematian hewan.

Berdasarkan surat instruksi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Nomor: 002/DISNAK/2022 telah diberlakukan pencegahan penyebaran PMK di Provinsi NTT.

“Memperhatikan dampak pelarangan tersebut, maka diminta kepada bupati/wali kota untuk melarang ternak pemasukan ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dari daerah tertular PMK dan/atau daerah transit yang tertular PMK ke wilayah Provinsi NTT,” tegas Laiskodat.

Selain itu, meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap tanda klinis pada ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang mengarah ke PMK yaitu suhu tubuh di atas 4 I OC, adanya luka/lepuh berisi cairan bening seperti sariawan pada Iidah sebelah atas, bibir sebelah dalam dan gusi, nafsu makan menurun drastis, dan hipersalivasi.

Luka pada kuku yang mengakibatkan kuku terlepas, sehingga menyebabkan kepincangan/hewan susah berdiri.

Terkait hal dimaksud, Laiskodat menginstruksikan agar melibatkan petugas di masing- masing Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk memonitor dan melaporkan hasilnya melalui integrated Sistem Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) serta menyampaikan laporan tertulis kepada gubernur melalui Dinas Peternakan Provinsi.

Meningkatkan peran Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Penyakit PMK di wilayah kerja masing- masing yang bertugas secara rutin melakukan pengawasan pada pintu- pintu masuk darat, laut, dan udara wilayah Provinsi NTT.

Meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang penyakit PMK dan cara penanggulangannya kepada semua masyarakat dan khususnya peternak serta pelaku usaha ternak antar pulau.

Tidak Beli Ternak

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Alexander Matte juga telah megeluarkan imbauan  kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan biosecurity dalam mencegah penyakit ternak. Hal ini menyusul adanya peningkatan kejadian wabah penyakit pada ternak babi yang menyebabkan kematian mendadak pada ternak babi.

Dalam imbauan tertanggal 12 Januari 2023, Alexander mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli ternak babi, daging babi, dan produk olahannya dari wilayah yang belum diketahui status kesehatan ternak dan produk olahannya.

Jika ada ternak yang mati, jangan dibuang di kali/laut/tempat terbuka melainkan dikubur untuk memutuskan penularan penyakit.

Melaporkan kejadian penyakit ternak sakit dan atau ternak yang mati kepada petugas Poskeswan  di wilayah setempat.

Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang dengan menggunakan desinfektan, misalnya bycline 1:1.

Memberikan pakan bernutrisi dan vitamin secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuhu ternak babi.

Membatasi akses keluar masuk orang ke dalam kandang babi dan diimbau untuk melakukan disinefeksi kepada orang yang keluar masuk kandang. (BW//**/red)