Paspor AS Orient Kedaluwarsa, Bupati Sabu Raijua Segera Dilantik?

oleh -108 views
Bupati Terpilih Sabu Raijua, Orient Riwu Kore

BERANDAWARGA.COM, JAKARTA, Kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) Bupati Sabu Raijua terpilih Orient Patriot Riwu Kore disebut pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah kedaluwarsa atau expire.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam sebuah diskusi daring, Rabu (3/3/2021) malam.

“Jadi Pak Orient pernah memiliki paspor amerika, paspornya itu sudah expire,” kata Zudan seperti dilansir Kompas.com.

Dirjen Dukcapil ini menjelaskan, Orient memang tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI) sejak tahun 1997 sampai dengan saat ini. Namun, karena ada fakta bahwa ia memiliki dua paspor yakni AS dan Indonesia maka Dukcapil Kemendagri meminta klarifikasi pada pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Dukcapil Kemendagri kata Zudan juga meminta klarifikasi langsung pada Orient terkait kepemilikan paspor AS. Dalam klarifikasi tersebut, Orient mengakui bahwa ia memiliki paspor Amerika namun masa berlakunya sudah kedaluwarsa.

Baca Juga:  Wali Kota Imbau Pedagang Pasar Kasih Gunakan GeNose C19

“Kemudian saya bertanya Pak Orient pernah enggak melakukan pelepasan kewarganegaraan? ‘Tidak pernah’,” ucap Zudan.

Dirjen Dukcapil juga meminta klarifikasi bagaimana Orient bisa memiliki paspor AS tersebut. Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa Orient memiliki paspor karena diberikan oleh tempatnya bekerja saat di Amerika Serikat. “Saya tanyakan bagaimana caranya bisa mendapatkan paspor? ‘Saya (Orient) bekerja di instalasi penting di Amerika, yang untuk masuk instalasi itu harus memiliki paspor Amerika maka saya diberi paspor itu’,” ucap Zudan, sembari menuturkan jawaban Orient.

Keberatan Bawaslu

Seperti diberitakan selama ini, Orient Riwu Kore terpilih sebagai Bupati Sabu Raijua dalam proses Pilkada 2020 lalu. Namun, setelah hasil pilkada tersebut ditetapkan KPU Sabu Raijua, Bawaslu menginformasikan tentang berkewarganegaraan AS yang dimiliki Orient.

Pernyataan Bawaslu tersebut, setelah mendapat pernyataan dari Kedutaan Besar AS di Indonesia yang membenarkan bahwa Orient berkewarganegaraan AS. Masalah ini sedang ditindakanjuti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang melakukan pengkajian lebih lanjut mengenai status kewarganegaraan Orient.

Baca Juga:  Organisasi Notaris NTT Surati Komisi III Sikapi Penetapan Tersangka Theresia Koro

Kemendagri pun menunda pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih yang rencananya digelar Jumat, 26 Februari 2021 lalu.

Hal ini lantaran status kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient P Riwu Kore masih dikaji Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Status kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua terpilih, saat ini masih dalam kajian Kemenkumham. Terkait pelantikan sebagai kepala daerah belum bisa dilaksanakan,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan kepada Liputan6.Com, Kamis (25/2/2021).

Adapun Orient P Riwu Kore diduga berstatus Warga Negara Asing (WNA) sehingga nasibnya sebagai bupati terpilih belum ada kejelasan. Sementara itu, Kemendagri masih menunggu kajian Kemenkumhan untuk mengangkat atau melantik kepala daerah.

“Kemendagri masih menunggu hasil kajian dari Kemenkumham, sebagai salah satu dasar atau pertimbangan dalam penetapan keputusan pengangkatan sebagai kepala daerah,” jelas Benny.

Baca Juga:  3Second Perluas Gerai Offline di Lippo Plaza Kupang

Pelantikan kepala daerah terpilih Pilkada di Nusa Tenggara Timur yang digelar Jumat 26 Februari 2021 lalu hanya terhadap lima pasangan calon kepala daerah dari enam pasangan yang direncanakan. Bupati terpilih Sabu Raijua yang masih akan menunggu jadwal pelantikan.

Pelantikan Orient dan pasangannya, Thobias Uly juga masih tertunda karena adanya gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil pilkada tersebut. Sidang gugatan tersebut direncanakan akan dimulai tanggal 8 Maret 2021. (Berandawarga.com)