Pemkot Kupang Gandeng Unicef dan CIS Timor Gelar Rakor STBM

oleh -10 views
Pemkot Kupang bekerjasama dengan Unicef Perwakilan NTT dan CIS Timor menggelar rapat koordinasi sanitasi total berbasis masyarakat pilar dua bertempat di Aula Rujab Wali Kota Kupang, Rabu (18/1/2023)

KUPANG, BERANDAWARGA.COM— Pemerintah Kota Kupang melalui Bappeda bekerjasama dengan Unicef Perwakilan NTT dan CIS Timor menggelar rapat koordinasi sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar dua.

Rakor dalam rangka percepatan deklarasi STBM pilar dua oleh Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kota Kupang dimaksud bertempat di Aula Rujab Wali Kota Kupang, Rabu (18/1/2023).

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay dalam sambutannya ketika membuka kegiatan dimaksud menyebutkan, STBM memiliki lima pilar, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS); Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga; Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

“Dari ke lima pilar ini, Pemkot Kupang baru mendeklarasikan pilar satu yakni Stop BABS. Menjadi tanggung jawab kita selanjutnya untuk mendeklarasikan pilar kedua sampai dengan pilar kelima. Saat ini kita semua telah berkomitmen untuk mendeklarasikan pilar kedua yaitu CTPS,” ungkap Fahrensy.

Ia berharap agar para peserta rakor memperhatikan beberapa hal antara lain, mempercepat penyelesaian pendataan sarana CTPS di masing–masing kelurahan. Bagi rumah tangga yang belum memiliki sarana CTPS, tim percepatan deklarasi STBM pilar dua segera memberikan pendampingan atau advokasi sehingga rumah tangga tersebut dapat menyediakan sarana CTPS. Dan juga bagi kelurahan yang seluruh rumah tangganya telah memiliki sarana CTPS, lurah segera menyampaikan permohonan verifikasi secara tertulis kepada camat dan selanjutnya dilakukan deklarasi tingkat kelurahan.

Lebih lanjut Fahrensy tegaskan agar camat melakukan monitoring dan memastikan bahwa seluruh kelurahan di wilayahnya telah melakukan pendataan dan menyampaikan permohonan verifikasi dan Kepala Puskesmas memastikan sanitarian telah melakukan rekapitulasi data dari setiap kelurahan sesuai dengan format yang berlaku. Laporan data dan kegiatan verifikasi kemudian disampaikan ke kantor Bappeda Kota Kupang untuk kebutuhan evaluasi dan pengendalian secara berkelanjutan.

Sementara itu WASH Officer Unicef Kantor Perwakilan NTT dan NTB, Rosita La Ode Pado menyampaikan, Unicef bersama Pemerintah Provinsi NTT khususnya Pemkot Kupang mendukung percepatan program Stop BABS.Seluruh penduduk Indonesia berhak mendapatkan akses pelayanan yang layak, aman, bersih dan sehat.

Menurutnya, rakor  ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya terkait strategi dan pengukuran bersama untuk percepatan pencapaian STBM di Kota Kupang.

Harapannya, dengan kehadiran semua unsur yang terlibat dalam percepatan pencapaian STBM bersama Pokja AMPL Provinsi NTT, target- target yang menjadi fokus utama program tersebut dapat terwujud.

“Semoga dengan kegiatan ini kita dapat menyusun strategi untuk percepatan pilar dua dan pilar tiga STBM di Kota Kupang. Apresiasi dan terima kasih kami berikan kepada Sekda Kota Kupang beserta seluruh jajaran yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung seluruh upaya yang dilakukan bersama Unicef dan CIS Timor. Kedepannyakita dapat terus bekerjasama, berkomitmen dan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah dipersiapkan  Pokja,” tandas Rosita. (BW//**/tan)